Sabtu, 29 Desember 2012

lanjutan SOL part 2

Lanjutan SOL part 2




Hidupku berubah, Aldo, taukah kamu aku disini mencintaimu,
“halo Nita?, gue Tama, keluar bentar yuk” telfon kak Tama.
“maaf kak gue benar benar ga mood keluar kamar males juga mau ngapain”jawabku lesu.
“gue didepan pintu kamar loe Nit, ayo elu keluar dulu.” Bujuk kak Tama.
“hah? Ngapain?? Bentar bentar” aku menuju pintu kamarku.
“ikut bentar yuk”
“males akh kak”
“udaaa ikut aja”
aku dan kak Tama menuju kerumah kak Tama, menambah perih hatiku rumah ini mengingatku pada Aldo yang uda sebulan telah tiada.
“kemarin aku nemuin ini” suara kak Tama sambil membuka komputer milik Aldo.
Aku sangat  terkejut ketika melihat file yang ada namaku, memang Aldo menyembunyikan dibeberapa file, dan ditemukan kak Tama karena dia kangen dengan Aldo, dan membuka komputer itu.
Ku buka dengan penuh debaran kencang dihatiku. Dan terbukalah file itu.
“21 Desember 2011, aku ketemu dengan Nita, atau Laras itu, Laras yang sangat manis dan sekarang tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat cantik, gue ga sengaja membuka tasnya ketika aku membantunya ke uks karena aku melempar bola tepat kearahnya hahaha, dan sekarang Laras cukup berat hihi aku tau karena sewaktu menggendong dia ke uks, aku senang aku bertemu lagi dengannya, perasaan yang selalu kujaga akhirnya menemukannya kembali. Aku tau Laras tak mengenalku sama sekali, karena sewaktu kecil, aku hanya ke Solo untuk berobat karena penyakit Asmaku ini. Aku hanya bisa melihat dia dan kak Tama bermain diluar, aku memandanginya dia gadis yang sangat ceria. Aku ingin sekali bermain dengannya, tapi tidak diperbolehkan dengan ibuku.”
            “20April 2012 pementasan drama, awalnya aku sangat kecewa kenapa pemeran utama bukan Nita? Dan latihan demi latihan aku pura pura bersemangat ketika ada Nita yang menemani aku latihan. Dan aku sangat terkejut ketika di hari pementasan Nitalah pemeran utama menggantikan Dian yang sakit, aku senang, Nita terlihat cantik sangat sangat cantik, dan aku ingin mengatakan itu kepadanya tapi aku terlalu pengecut untuk hal itu.”
“9 Mei 2012 aku mengetahui kalo Nita itu uda cantik dan baik hati ketika dia sangat bersemangat untuk acara penembakan Dian. Aku tak pernah menyesal mencintai Nita, dan suatu saat nanti aku akan seperti sahabatku Odi, aku akan mengungkapkan seluruh perasaanku kepada Larasku itu.”
“3 Juni 2012, aku menyuruh kak Tama untuk ke Solo, aku memang menyembunyikan identitas Nita adalah Laras, aku tau Kak Tama sangat mencintai Laras dan dia masih mencari cari Laras itu, aku belum siap melihat mereka akan jadian, aku juga tau kalo Laras itu menyukai kak Tama, itu yang ku dengar setiap hari dari Laras. Kenapa harus kak Tama yang kau cintai Nit? Aku memang memberi petunjuk kepada kak Tama biar dia memecahkan sendiri siapa Laras sebenarnya. Sementara aku menjadi pengobatan ke Jakarta, karena paru paru yang kupunya ada cairan didalamnya, aku diopname selama aku liburan, dan aku ingat sekali kak Tama marah karena dia sudah tau Laras sebenarnya. Aku pun Cuma bisa tertawa menutupi kekecewaanku.”
“20Juli 2012, aku memberi suprise kepada Nita yang kuncintai dia adalah mentari yang membuatku semangat dan tak menyerah akan penyakitku ini, aku mengungkapkan seluruh perasaanku ke Nita, betapa beruntungnya aku, ternyata Nita memiliki perasaan yang sama terhadapku, aku senang perasaan yang ku pendam selama ini tak bertepuk sebelah tangan. Aku percaya aku akan bahagia bersama Laras untuk selamanya, karena aku akan selalu menjaganya, aku mencintai Laras sangat mencintanya.”
Air mataku tak henti untuk menetes, aku sangat merindukan Aldo, sangat merindukannya. Bukan aku yang menangis tetapi, kak Tama yang duduk dekat denganku pun ikut menangis.
“21Juni2012 horeee!!!!!!!!!! Malam ini aku akan berkencan dengan Nita, walaupun double date dengan Odi dan Dian. Aku cukup grogi ketika melihat cemas ketika ajakan kencan tadi siang itu terjadi, aku akan akan membawakannya bunga mawar putih kesukaan Nita, Nita, selama aku masih bernafas, aku akan menjagamu dan membahagiakanmu, tapi entah kenapa, dadaku terasa sakit sangat sangat sakit, mungkin karena aku grogi.
            aku mendapatkan motor baru dari ayah, dan aku mulai mempensiunkan siputihku itu.menambahkan kepercayaan diriku untuk acara kencan malam ini, aku sudah tidak sabar melihat Nita yang begitu cantik, hihihihi Nita sangat cantik, dia bersedih aja cantik apalagi ketika dia tersenyum. Aku ingin sekali memeluknya, sekali saja, tapi setelah kami pacaran kami sangat canggung tidak seperti bersahabat dulu...
            ketika aku mau berangkat perutku mual, sangat mual, dan aku muntah, tapi muntahku kali ini sangat menyakitkan, ada warna merah kental yang ku kenal itu adalah darh, aku muntah darah Nita, aku khawatir aku tidak bisa berangkat, karena sudah jam setengah 7 malam aku memutuskan untuk berangkat, demi aku melihat Nitaku sayang yang begitu cantik ketika tersenyum aku berangkat Nita, waaaait meee yaa hihihi sekarang aku harus terbiasa dengan aku kamu ke Nita, karena Nita adalah kekasihku, aku sayang kamu Nita”
Aku semakin bersalah, kenapa Aldo tidak bilang kalo dia sakit? Kamar Aldo yah dikamar Aldo inilah terungkap semua perasaan Aldo, Aldo...... nangisku pun pecah “Aldo kenapa kamu memaksakan diri untuk datang Aldo? Kenapa? Huhuhuhu” aku pun dipeluk oleh kak Tama, aku dipeluk dengan erat dan dia berusaha menenangkan aku, aku tak tau lagi apa yang harus kukatakan, semua kenanganku bersama Aldo selalu berjalan dipikiranku,
Aku pun memutuskan untuk kepemakaman Aldo, kupeluk batu nisan Aldo, Aldo kenapa kamu memaksakan diri Aldo? Kenapa kamu ga bilang kalo kamu itu sakit Aldo? Kenapa kenapa?

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar