Pernah ga ngerasin perasaan yg berbeda terhadap sahabat sendiri?
Awalnya aku sangat berdosa sekali ketika aku harus menghadapi semua ini.
Dia sahabatku, namanya Rio, dia mantan pacar sahabatku juga,
aku punya prinsip, kalo cinta kepada mantan pacar sahabat sendiri dan sekarang uda jadi sahabat, itu hal mustahil, ternyata, bicara dengan sikap yang kita lakuin itu emang bertentangan. pada akhirnya ak terjebak diantara prinsip dan perasaan ini.
yaaaaa.. aku memutus kan untuk mengatakan kepada Rio dan mantannya Fatimah, grogi, ya itu yang kualimi, ternyata Fatimah mendukung ku dengan Rio, tapi Rio? ternyata memang aku yang bodoh, mencintai Rio, tapi dari dulu hati Rio hanya sudah terpahat dengan nama Fatimah.
aku tak mengerti, ak tak paham kenapa harus Rio pengganti Yusan yang bertahun tahun aku cintai, dan sekarang aku moveon. aku tau kalo aku tak seperti mantan mantan Rio. yang selalu anggun, feminim, berhijab., berbanding terbalik denganku.
Rio, pernahkah aku dihatimu? pernahkah aku difikiranmu? pernahkah??
mungkin aku salah karena terhadap perasaan ini. tapi, aku mencintaimu setulus hatiku. dan taukah kamu, aku merubah cara berpakaianku karna aku ingin kamu dapat memujiku.
entah kapan perasaan ini muncul,
Rio, kamu adalah cahaya yang mampu menerangi hatiku,
kamu adalah doa doa yang selama ini aku ucap untuk menuju kebahagiaan
kamu adalah sebuah waktu, waktu yang sangat ak hargai untuk setiap detiknya,
kamu adalah warna, warna yang selalu mengisi selembar putih kehidupanku.
kamu adalah irama, irama yang selalu membuatku selalu berdebar ketika berada didekatmu
dan kamu adalah pemenang, pemenang dalam mendapatkan segala perhatianku dan perasaanku. Rio, aku disini, mencintaimu, dan akan terus menunggu hingga kamu sadar akan hadirnya cintaku dikehidupanmu.
Awalnya aku sangat berdosa sekali ketika aku harus menghadapi semua ini.
Dia sahabatku, namanya Rio, dia mantan pacar sahabatku juga,
aku punya prinsip, kalo cinta kepada mantan pacar sahabat sendiri dan sekarang uda jadi sahabat, itu hal mustahil, ternyata, bicara dengan sikap yang kita lakuin itu emang bertentangan. pada akhirnya ak terjebak diantara prinsip dan perasaan ini.
yaaaaa.. aku memutus kan untuk mengatakan kepada Rio dan mantannya Fatimah, grogi, ya itu yang kualimi, ternyata Fatimah mendukung ku dengan Rio, tapi Rio? ternyata memang aku yang bodoh, mencintai Rio, tapi dari dulu hati Rio hanya sudah terpahat dengan nama Fatimah.
aku tak mengerti, ak tak paham kenapa harus Rio pengganti Yusan yang bertahun tahun aku cintai, dan sekarang aku moveon. aku tau kalo aku tak seperti mantan mantan Rio. yang selalu anggun, feminim, berhijab., berbanding terbalik denganku.
Rio, pernahkah aku dihatimu? pernahkah aku difikiranmu? pernahkah??
mungkin aku salah karena terhadap perasaan ini. tapi, aku mencintaimu setulus hatiku. dan taukah kamu, aku merubah cara berpakaianku karna aku ingin kamu dapat memujiku.
entah kapan perasaan ini muncul,
Rio, kamu adalah cahaya yang mampu menerangi hatiku,
kamu adalah doa doa yang selama ini aku ucap untuk menuju kebahagiaan
kamu adalah sebuah waktu, waktu yang sangat ak hargai untuk setiap detiknya,
kamu adalah warna, warna yang selalu mengisi selembar putih kehidupanku.
kamu adalah irama, irama yang selalu membuatku selalu berdebar ketika berada didekatmu
dan kamu adalah pemenang, pemenang dalam mendapatkan segala perhatianku dan perasaanku. Rio, aku disini, mencintaimu, dan akan terus menunggu hingga kamu sadar akan hadirnya cintaku dikehidupanmu.