Jumat, 28 Desember 2012

lanjutan SOL part 1

 LANJUTAN SECRET OF LOVE PART 1




Aku mencoba menghubungi kak Tama, tapi, nihil juga. Aku mulai jengkel dengan keadaan ini, dan yang benar saja, aku sangat merindukan Aldo, ya, aku merindukan Aldo.
Aku mulai putus asa akan hal ini. Aku kembali kerumah dengan keadaan murung, tapi..... begitu aku sampai dirumah, aku mengaetahui kalo rumahku itu sangat sunyi, kehingan ada didalamnya.
Aku membuka pintu pagar rumahku, rumahku seperti tak berpenghuni, aku tau kalo ayah dan ibuku sedang dirumah, karena tadi pagi mereka menelfonku.
Aku membuka pintu rumah dengan sangat hati hati, dan lampu rumah pun menyala “suprise!!” teriakan dari semua orang yang berada dirumahku ini.
Aku sangat terkejut ketika aku mengetahui keluarga kecil Baskoro ada dirumahku. Dan tentunya ada Aldo, Aldo yang kurindukan dan sangat kusayangi, aku benar benar sangat merindukannya hingga tak terasa air mataku ini jatuh.
“Aldo jelek!!!!!!!!!” teriakku, aku pun memeluknya, memeluknya dengan erat aku takut kehilangan dia, aku tak rela bila dia tak ada di sampingku.
          “apaan sih! Gue ga budek kali Nit!”
          “elu sih, elu kemana aja selama liburan hingga saat ini do?”
          “hahaha kenapa lu segitu kangennya ma gue? Hahaha sini ikut aku, aku punya kejutan selanjutnya”
          “apaan?”
Aku dibimbing Aldo menuju halaman belakang, aku sangat penasaran kejutan apalagi yang dibuat Aldo.
          “nah inilah kejutannya Nit.... bentar yaa..”
Aku melihat sekelilingku, disekeliling kolam renang yang tak begitu besar, ada lilin dengan dihiasi api, dan ada juga balon balon disekitar ayunan, dan banyak bunga mawar putih yang begitu kusukai berada diayunan tersebut, sangat indah sangat indah.
“kau begitu sempurna, dimataku kau begitu indah kau membuat diriku akan selalu memujamu” suara Aldo dengan diiringi alunan gitarnya.
          Aldo terus menyanyikan lagunya itu, aku sungguh terpesona sangat terpesona, dia begitu indah, romantis, dan aku tak tau kata apa lagi yang bisa mengartikan keadaan ini. Aku telah terbius oleh kejutan Aldo kali ini.
“Anita Larasati, aku memang bukanlah manusia sempurna, tapi setelah aku mengenalmu, aku merasa akulah orang yang beruntung berada didekatmu, aku merasa semua beban yang kualami ini hilang setelah aku melihat senyummu itu Nita, maaf aku menghilang sejenak dari kehidupanmu, aku hanya ingin meyakinkan perasaanku ini Nita, perasaan yang muncul ketika aku bersamamu, dan aku sangat bodoh, telah menghilang dari kehidupanmu walaupun sejenak, aku sangat tersiksa karena tidak melihat senyuman indahmu itu Nita, aku selalu mencintai, seorang perempuan kecil yang selalu berada di dekatnya kakakku sewaktu kecil, aku iri dengan kak Tama, kenapa dia yang bertemu denganmu, dan kenapa kamu juga menyukai kak Tama, aku tersiksa Nit, ketika kamu selalu membicarakan kak Tama, pernahkah kamu menoleh kepadaku Nita? Aku juga ingin membahagiakan mu, aku ingin membuat senyuman indah yang ada di dirimu itukarena aku. Nita, aku mencintaimu”
Kata kata yang membuatku luluh, membuatku aku tak mengerti ekspresi apa yang harus kutunjukan pada Aldo. Tanganku didekapnya, terima kasih ya Allah aku telah dipertemukan dengan Aldo, seseorang yang dapat membuat aku bahagia, sangat bahagia.
“Aldo Dwi Baskoro, kamu telah membuat senyuman indah ini bermerekah do, aku juga sangat merindukanmu, dan aku menganggap kak Tama adalah kakakku sendiri, yang aku cintai adalah adiknya kak Tama do, terima kasih karena kamu mau mencintaiku, mencintai cewek gendut, jutek,dan otaknya ga sebanding sama kamu do, terima kasih do, kamu adalah alunan aluanan nada nada yang indah dihatiku do, aku mencintaimu do.”
Hari itu aku sangat bahagia sangat bahagia, dan kedua orang tua kami pun mengetahui kami telah resmi menjadi sepasang kekasih, inilah kehidupan yang sangat berarti untukku.
“ciiiiiiiieee Nita sekarang jadian beneran sama Aldo, selamat ya Nit” ucap kawanku Dian.
          “hahaha makasih ya, elu juga jadian kan sama Odi haha.”
          “hehehe kalo gitu gini aja kita double date yuk? Gimana? Mau gak?”
          “gue malu kalo bilang sama Aldo kale Ian,”
          “double date? Boleh juga tuh” jawab Aldo, Aldo yang tak kusadari ada dibelakangku  yang membuatku bingung dan malu, entah kenapa sekarang aku menjadi kekasih Aldo aku sering salah tingkah.
          “oke gue setuju ya kan do? Heh lu Dian, mau double date kemana?” tiba tiba Odi ikut dalam pembicaraan ini.
          “lu maunya kemana di?” Dian pun membalas
          “kalian itu, pacaran juga bilang gue lu gue lu, ga ada romantis romantisnya” samber Aldo ditengah pembicaaan ini.
          “do, elu sejak kapan jadi melow gini? Gue sama Dian kagok kalo bilang aku kamu ga kayak elu sama Nita aku kamu hahaha” sindir halus Odi yang menusuk hati. Mukaku menjadi merah karena malu dengan sindiran Odi ini.
          “oke gini aja deh, ntar kalian gue sms kita kumpul dimana oke?”ungkap Dian yang membuatku semakin deg degan itu.
          “jangan grogi gitu dong Nit hahaha” tawa puas ku dengar dari Odi.
          “oke tapi Nita bareng kalian ya, gue ntar mau pergi dulu mau ngepensiunin si putih” jawab enteng Aldo. Semua ini bisa membuatku mati berdiri karena aku sangat grogi, karena inilah pertama aku pacaran dan kencan double date pula.
Malam harinya, aku dijemput oleh kedua sobatku itu, kami menuju salah satu restoran di Bandung yang terkenal sangat mahal dan sangat romantis karena letak restoran itu dikelilingi banyak bunga.
          “Di, lu uda bilang ke Aldo kan?” tanyaku ragu.
          “uda Nit tenang aja deh” jawab enteng Odi.
          entah kenapa perasaanku tiba tiba aneh, begitu khawatir, sesampainya di restoran tersebut, kami menunggu Aldo yang tak kunjung datang, sudah 2 jam kami menunggu disini, makanan telah dingin dan lilinpun mulai meleleh, kami begitu cemas, sangat cemas, kami berusaha menelfon om, tante Baskoro dan kak Tama, mereka hanya bilang Aldo uda berangkat 2,5 jam yang lalu. Aku menelfon Aldopun tak ada jawabnya.
“permisi, kalian temannya Aldo ya?” kami terkejut mendengar pertanyaan dari waiter cowok itu.
          “iya, kami temannya anda kenal Aldo?” tanyaku. Aku hampir menangis karena perasaanku yang tak kunjung membaik.
          “begini kalian ikut polisi itu saja biar pak polisi yang akan menjelaskan semuanya.” Kami pun mengikuti saran waiter itu, kami bertiga mengikuti mobil polisi dengan jazz Odi, kami cemas, sangat cemas.
Hingga akhirnya kami berhenti disalah satu rumah sakit di Bandung. Kakiku lemas, air mataku tak bisa ku bendung, kami menuju ke ruang UGD, kami melihat seseorang yang penuh darah yang ditutupi selimut menutupi dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Aku sangatlah menginginkan ini hanya mimpi buruk yang tak pernah terjadi. Yang berada di hadapan kami adalah Aldo, Aldo yang kucintai, dia sekarang terkujur kaku, aku menangis, aku dipeluk oleh Dian dan Odi yang berusaha menenangkan aku, aku tau mereka juga sangat terpukul sama seperti aku.
“teman kalian yang bernama Aldo Dwi Baskoro, meninggal di tempat kejadian pada pukul 18.43, dengan mengendarai motor CBR, dia tertabrak oleh truk yang ada dibelakangnya, dan korban membawa mawar putih ini. Kami telah menghubungi keluarga korban, mereka sedang menuju kemari, kami mengetahui keberadaan kalian karena ada sebuah sms dari hp korban. Saya turut berduka cita atas meninggalnya korban.” Mawar putih itu diberikan kepadaku oleh polisi itu. Mawar putih yang menjadi mawar merah karena darah, aku memeluk mawar itu, aku dekap, aku kehilangan Aldo, kenapa aku tadi tak menolak ajakan tadi, atau kenapa aku tadi tak bareng Aldo, kenapa aku mau bareng Odi dan Dian. Aku memeluk Aldo, aku ga mau kehilangan Aldo yang kucintai, kucium kening Aldo yang penuh dengan darah.
“ALDO!!!!!!!!!!!!!!!” teriak mamanya Aldo.
          “kenapa kamu ninggalin mama Aldo???”
          “maafin papa Aldo, papa baru bisa memenuhi motor yang kamu inginkan Do, tapi kenapa kamu pergi secepat ini Do?”
          “hey adik gue Aldo! Lu tega ninggalin kakak elo ini? Bangun Do, bangun kenapa lu ninggalin kita semua Do??”
          melihat mereka yang bergantian memanggil Aldo, aku semakin drop. Dan aku pingsan. Ketika aku bangun aku dipeluk oleh tanta Baskoro, mamanya Aldo.
          “kita kehilangan Aldo Nita... kita kehilangan dia” tangis mama Aldo. Aku hanya bisa menangis dan memeluk Aldo.
Dipemakaman Aldo semua tangisan menemani acara pemakaman Aldo. Disampingku selalu ada kak Tama, kak Tama selalu memelukku, aku mencintai Aldo, kenapa aku kehilangan Aldo ketika aku tau kalo dia juga mencintaiku, kenapa ketika aku mempunyai rencana yang indah bersama Aldo sekarang sirna sudah.Aldo, disini aku mencintaimu Do, semoga kamu bahagia berada disisiNya. Aldo aku selalu mencintaimu Do.....
BERSAMBUNG......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar