Senin, 15 Desember 2014

Riska dan Angger

suka sama seseorang yang ga dikenal itu rasanya campur aduk, cuma mengamati, memperhatikan setiap tingkahnya.. itu adalah hal yang paling seru dalam menyukai seseorang. aku punya cerita nih tentang suka sama seseorang yang ga dikenal, tapi mungkin ceritanya akan sedikit sedih, karena ternyata cukup melihat saja dan menunggu seseorang tersebut. ceritanya begini, teman saya bernama Riska, dia orangnya cuek, ceria, cerewet, bawel, supel banget. dia itu akrab banget sama temen temennya, dan dia itu bisa dikatakan orangnya ga bisa diem. pada akhirnya dia ikut sebuah organisasi dikampusnya, semenjak itu dia mulai tambah akrab dengan semua anggotanya, termasuk dia sangat akrab dengan Panji, Panji adalah salah satu cowok kece dikampusnya, bahkan sahabat Riska sendiri sampai ga kuat kalo ngeliat si Panji. Panji dan temen temennya hobby banget nongkrong dimasjid kampusnya. karena Panji dengan Riska walaupun kenal ga begitu lama, mereka bisa akrab udah kayak saudara sendiri, saling mengolok, saling pukul, bercanda, ketawa bareng. akan tetapi, ketika suatu siang, setelah Riska selesai sholat dia melihat Panji dan teman temannya, ide untuk usil ke Panji tiba tiba muncul, ketika Riska mendekati Panji, Riska terpaku, dengan salah satu teman Panji, yang belum tau namanya siapa, orangnya seperti apa, Riska mendadak terdiam, dia melihat teman Panji tersenyum kepadanya, dan Riska akhirnya pergi meninggalkan Panji dan teman temannya.

setiap hari Panji selalu ditemani dengan teman temannya, dan selalu saja nongkrong dimasjid, semenjak itu juga, Riska sering sekali datang ke sekre, entah hanya duduk duduk, atau hanya sekedar melihat keluar jendela, melihat seseorang yang sedang membuat dia penasaran dimasjid, yaa dia temannya Panji. Riska berusaha mencari info tentang Panji dan teman temannya, dengan bertanya kepada setiap orang yang dia temuinya. Alhasil Riska mengetahui nama teman temannya Panji. Ada Aris, tampan dengan tubuhnya yang putih, menambah kharismanya. Ada Anggit, si pendiam diantara mereka, tapi, tetap bisa dibilang cool ketika melihat anggit. dan terakhir yang selalu membuat Riska penasaran adalah Angger. Angger yang pendiem, tapi kalo udah senyum dan ketawa, duuh serasa dunia itu mendadak serba adaa pelangi gituuuu.

semakin hari semakin Riska penasaran dengan Angger, Riska pun mulai mencoba mendekatinya, dengan ngefollow twitnya, menyapanya, bercanda, tapi kelakuan Riska membuat teman temannya curiga, tapi teman teman Riska malah menganggap kalo Riska menyukai Aris. karena Riska ingin menutupi kalo kenyataan dia menyukai Angger, maka Riska membiarkan gosip itu terus beredar. berbulan bulan dijalani Riska dengan hanya melihat dan mengamati Angger. pada ulang tahun Riska tiba, teman teman Riska membuat kejuatan dengan mendatangkan Aris dikejutannya tentunya dengan bantuan Panji. Riska begitu terkejutnya, yang dia lihat adalah Aris dengan Angger, Angger yang mulai membuat jatuh cinta tanpa mengenal Angger seorang yang seperti apa. Riska sangat senang dan sangat berterima kasih kepada teman temannya, ketika Aris dan Angger datang membawakan kue untuknya.

setelah kejadian itu Riska berkata jujur kepada teman temannya, bahwa Riska sebenarnya menyukai Angger, bukan Aris. begitu kagetnya teman teman Riska, mereka merasa gagal memberi kejutan terhadap Riska, tapi, bagi Riska, semua itu adalah kado terindah yang pernah Riska terima.

semakin hari, semakin banyak yang tahu bahwa Riska sebenarnya menyukai Angger. termasuk Angger dan ketika itu, Angger dan Riska tak pernah menyapa, mengobrol bahkan memandang satu sama lain. setiap hari hanya rasa campur aduk ketika didekat Angger. pernah kejadian, karena mungkin jantung Riska tak bisa dikontrol, dan mengakibatkan salting, Riska pernah menjatuhkan Kameran temannya, menjatuhkan  motor dan ditolong Angger, bagi Riska itu adalah hal yang paling memalukan yang pernah Riska lakukan.

Hingga Angger ulang tahun, Riska dengan hati hati membuat kue khusus untuk Angger. mungkin ini menjadikan pertanda bahwa Riska mengatakan bahwa Riska menyukai Angger walaupun tanpa mengucapkannya secara langsung. disaat itulah Riska dapat foto bareng, menjabat tangannya Angger walaupun sebentar. dan yang terpenting adalah Angger tersenyum manis ke Riska. dan Riska disaat itu juga dia sadar bahwa dia akan menyerah tentang Angger. semakin dia mengenal Angger semakin Riska mengerti bahwa Angger terlalu jauh untuk digapai. setelah hari ualang tahun Angger, hari hari sama saja, tetap bisu tanpa ada suara Angger berbicara kepada Riska.

semua yang mengenal Riska selalu mendukung Riska untuk tidak mundur tentang perasaan ini. tapi Riska yakin, Angger hanyalah sebuah mimpi yang tak bisa digapai dengan mudah. Riska terus berusaha untuk memantaskan diri. tapi suatu saat, Riska melihat Angger tertawa yang tak biasa, tertawa yang jarang dia lihat. tertawa yang indah, tetapi tertawa itu bukan untuk Riska, tapi untuk wanita lain. Riska semakin mantap untuk menyudahi semua ini. dia membuat pupus semua dukungan yang diberikan kepadanya. dan mulai perlahan Riska menjauh menjauh dari perasaan itu dan mencoba mengatur nafas yang membuat dia salting apabila didekat Angger.

Riska sangat kecewa dengan dirinya sendiri. mungkin cukup berteman dengan Angger, Riska dapat tersenyum kembali. tapi, semua semakin berantakan. Riska tak bisa menahan rasa kecewa, dan hanya bisa menangis, melihat keadaannya yang hancur, perasaannya hancur, seakaan berbulan bulan dia menanti perhatian atau menanti Angger melihat kearahnya pupus. Riska sadar apabila dia meneruskan perasaannya, dia sangat egois. Riska sadar, mungkin dia hanya cukup melihat Angger tertawa dengan orang lain tanpa dia. Angger juga tak akan menjadi pendiam terhadap Riska lagi. Riska mundur. dia perlahan mulai mengajak bercanda Angger, tapi Angger hanya melihat Riska tanpa ikut tertawa didalamnya. Riska ikhlas, Riska mundur, karna dia begitu menyayangi Angger, karena, Riska tau, hal yang membuat dia tersenyum adalah berteman kembali dan membuang perasaan itu jauh jauh darinya.

hingga akhirnya, Riska berhasil meyakinkan Angger, bahwa dia menyerah, dan dia hanya ingin berteman dengan Angger. walaupun Riska tau, Riska masih sayang benar benar sayang terhadap Angger.  dan sekarang Riska, Angger mulai berteman kembali.

Riska mengerti, sekarang dia mulai tersenyum kembali, mungkin dengan cara ini, dia bisa tertawa bersama dengan Angger tanpa beban, tanpa perasaan yang mengganggu Angger. tapi hingga saat ini, Riska masih menyimpan perasaan itu, perasaan berbulan bulan yang membuat dia bahagia, sedih, kecewa, tersipu, yaa perasaan sayang hingga detik ini yang dia simpan rapat. apapun yang terjadi, Riska hanya akan menyimpan kenangan waktu yang telah diberikan tanpa sengaja oleh Angger dihatinya.

bagi Riska, menyukai menyayangi Angger bukanlah kesalahan yang terjadi begitu saja. Riska percaya, Angger akan bahagia dengan seseorang yang mampu membuat dia mencintai wanita itu dengan kebahagiaan yang Angger berikan. dan Riska yakin, Angger akan menjadi seseorang imam yang akan membinmbing istri dan anak anaknya kelak dalam kebahagiaan yang menajubkan.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar